![]() |
| Sumber : pelabuhan.co.id |
Rutinitas perkuliahan dijalaninya hingga tahun kelima. Dalam proses konsultasi skripsi , Farad tumbang karena penyakit tipus yang dideritanya. Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Tidak butuh waktu lama, setelah ujian meja dan yudisium, BKN buka pendaftaran CPNS secara nasional dan dinyatakan lulus. Kabupaten Luwu Utara menjadi tempat berlabuh untuk mencoba peruntungan.
Hijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi sebuah niat suci, mengabdikan diri dan menularkan secuil ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Tugas sebagai abdi negara pun dilakoninya. Bermodalkan selembar kertas putih, andalan pejuang NIP yang lebih akrab disebut SK, Farad melapor di tempat tugas yang baru dan pertama kalinya sebagai abdi negara di SMP Negeri 1 Masamba. Hari berganti hari hingga tak terasa pengabdian Farad mencapai 14 tahun.
Banyak suka dan duka, sebagai bagian dari dinamika sebuah organisasi yang semakin mendewasakan dan menempa Farad menjadi seorang pribadi yang rendah hati. Pengalaman dan ketekunanlah mengantarkannya sebagai peraih juara II Lomba Inovasi pembelajaran tingkat Kabupaten Luwu Utara tahun 2016 , terbaik 2 Anugerah Datu Luwu untuk Guru tahun 2017, dan juara I guru berprestasi tingkat kabupaten Luwu Utara tahun 2017, dan kini dipercayakan sebagai ketua MGMP IPA Luwu Utara.
Oleh : Syamsir Mappilawang
Masamba - Sulawesi Selatan

Comments
Post a Comment