Skip to main content

Takdirku jadi Guru

Sumber : pelabuhan.co.id




Lahir di sebuah dusun kecil yang jauh dari hiruk pikuk keramain kota. Farad, lahir tanggal 10 Agusutus 1979. Ibarat pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Farad yang anak seorang guru bersama 2 kakaknya pun menjalani profesi sebagai guru. Awalnya, Farad tidak pernah berpikir menjadi seorang guru. Saat pengambilan formulir UMPTN, barulah Farad memilih jurusan pendidikan fisika di UNM.

Rutinitas perkuliahan dijalaninya hingga tahun kelima. Dalam proses konsultasi skripsi , Farad tumbang karena penyakit tipus yang dideritanya. Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Tidak butuh waktu lama, setelah ujian meja dan yudisium, BKN buka pendaftaran CPNS secara nasional dan dinyatakan lulus. Kabupaten Luwu Utara menjadi tempat berlabuh untuk mencoba peruntungan.

Hijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi sebuah niat suci, mengabdikan diri dan menularkan secuil ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Tugas sebagai abdi negara pun dilakoninya. Bermodalkan selembar kertas putih, andalan pejuang NIP yang lebih akrab disebut SK, Farad melapor di tempat tugas yang baru dan pertama kalinya sebagai abdi negara di SMP Negeri 1 Masamba. Hari berganti hari hingga tak terasa pengabdian Farad mencapai 14 tahun.

Banyak suka dan duka, sebagai bagian dari dinamika sebuah organisasi yang semakin mendewasakan dan menempa Farad menjadi seorang pribadi yang rendah hati. Pengalaman dan ketekunanlah mengantarkannya sebagai peraih juara II Lomba Inovasi pembelajaran tingkat Kabupaten Luwu Utara tahun 2016 , terbaik 2 Anugerah Datu Luwu untuk Guru tahun 2017, dan juara I guru berprestasi tingkat kabupaten Luwu Utara tahun 2017, dan kini dipercayakan sebagai ketua MGMP IPA Luwu Utara.

Oleh : Syamsir Mappilawang
Masamba - Sulawesi Selatan

Comments

Popular posts from this blog

Komunitas Tinombo Mombaca ?

TELUK TOMINI, TINOMBO-Alhamdulillah perjuangan literasi, di Tinombo nampaknya sudah dimulai oleh komunitas-komunitas baca. Salah satunya adalah Tinombo Mombaca. Komunitas TM ini menyediakan berbagai jenis bacaan yang merupakan koleksi komunitas dan anggota yang dibagikan secara suka rela. Komunitas Mombaca ini didirikan tidak semata hanya untuk mereka yang membaca, bukan hanya untuk mereka yang kutu buku, atau yang identik dengan kacamata minus. Komunitas ini untuk mereka yang ingin berbagi inspirasi melalui gerakan literasi.  Doc. Kegiatan Kardus Pustaka Desa Tibu Lewat Komunitas ini, kita akan mengupayakan untuk bisa saling berbagi cerita tentang sebuah buku, tanpa harus membacanya dari awal sampai akhir. Sekaligus kita berbagi bersama untuk mendekatkan akses bacaan terhadap mereka yang membutuhkan.  Jenis buku-buku yang tersedia meliputi buku bacaan umum seperti buku Psikologi, Sosial, Ekonomi, Motivasi, Seri Remaja, Anak-anak, dll.  Setidaknya ad...