Saya tak menolak saat orang tua mendaftarkan sekolah ke SPGN Kuningan, Jawa Barat. Dalam pikiran saat itu, yang terpenting saya sekolah. Tak peduli apapun sekolahnya. Saya tak ingin bernasib sama seperti teman-teman sebaya. Yang dinikahkan di usia yang masih muda. Saat itu, banyak orang tua yang berpaham konservatif. Percuma bagi anak perempuan tinggi-tinggi bersekolah, ujung-ujungnya tetap bekerja di dapur juga. Bersyukurnya saya memiliki orang tua yang selalu mendukung saya. Bahkan setelah tamat sekolah pun, mereka mengizinkan saya untuk merintis karir di Jakarta. Kerasnya kehidupan Jakarta, tak menyurutkan langkah saya. Tekad saya sudah bulat, harus bisa membanggakan orang tua dan keluarga. Karir saya pun dimulai dengan menjadi guru di sebuah yayasan pendidikan swasta di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. 12 tahun lamanya saya mengabdi di sekolah tersebut. Tak terhitung suka duka dan pelajaran berharga yang didapat. Hingga akhirnya yayasan tersebut dialihfungsikan menjadi pemukima...
SERTIJAB: Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu dan Sekda H Ardi SPd MM menyaksikan penandatanganan pakta yang ditunjuk sebagai pimpinan atas pratama yang diajukan serah terima calon (sertijab) di Rana CafĂ© di alun-alun Kantor Bupati, Senin (28/1). (Foto: sultengterkini.com) Perekrutan PPPK Harus Terdaftar Sebagai Honorer K1 / K2 PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sedang menyiapkan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu dilakukan menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Lebih dari anggaran untuk perekrutan PPPK ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, jadi dipastikan akan menyedot APBD. Karena itu, Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu menyetujui, perekrutan PPPK ini harus dilakukan dengan ketat. Mereka yang direkrut adalah yang telah terdaftar sebagai honorer K1 atau K2 “Intinya mereka direkrut harus terdaftar di K1 atau K2, bukan data baru,” tegas Samsurizal kom...