Skip to main content

Rasa Syukur

Saya tak menolak saat orang tua mendaftarkan sekolah ke SPGN Kuningan, Jawa Barat. Dalam pikiran saat itu, yang terpenting saya sekolah. Tak peduli apapun sekolahnya. Saya tak ingin bernasib sama seperti teman-teman sebaya. Yang dinikahkan di usia yang masih muda. Saat itu, banyak orang tua yang berpaham konservatif. Percuma bagi anak perempuan tinggi-tinggi bersekolah, ujung-ujungnya tetap bekerja di dapur juga.

Bersyukurnya saya memiliki orang tua yang selalu mendukung saya. Bahkan setelah tamat sekolah pun, mereka mengizinkan saya untuk merintis karir di Jakarta. Kerasnya kehidupan Jakarta, tak menyurutkan langkah saya. Tekad saya sudah bulat, harus bisa membanggakan orang tua dan keluarga.

Karir saya pun dimulai dengan menjadi guru di sebuah yayasan pendidikan swasta di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. 12 tahun lamanya saya mengabdi di sekolah tersebut. Tak terhitung suka duka dan pelajaran berharga yang didapat. Hingga akhirnya yayasan tersebut dialihfungsikan menjadi pemukiman. Pengabdian saya pun berakhir. Meninggalkan kenangan dan kesedihan mendalam. Karena harus berpisah dengan teman seperjuangan dan para siswa.

Tepatnya tanggal 19 Agustusb1998, saya kembali beraktivitas mengajar di SDN Kebon Kosong 18 Pagi. Di sinilah Allah memberikan nikmat yang luar biasa. Setelah melalui proses yang panjang nan berliku, saya diangkat menjadi guru PNS. Tak tergambar betapa bahagianya diri saya dan keluarga. Min Rosmini akhirnya berhasil!

Apakah perjuangan berhenti sampai di situ? Oh, tidak! Selain melayani dan mencerdaskan anak bangsa. Saya pun semakin dahaga akan ilmu. Bertambahnya usia saya yang sudah 52 tahun tak menyurutkan semangat saya untuk belajar. Hingga akhirnya saya dipertemukan dengan para sahabat super di SGSI. Sungguh membanggakan bagi saya.

Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Itulah slogan yang saya tanamkan pada diri saya.

Comments

Popular posts from this blog

Resmi, Pelabuhan Tinombo salah satu Program Tol Laut Sulawesi Tuntas

TINOMBO, PARIGI MOUTONG,- Kementerian Perhubungan akhirnya merampungkan pembangunan 18 pelabuhan pengumpan lokal dan regional untuk memperlancar interkoneksi dan aktivitas arus logistik di Indonesia Timur. Ke-18 pelabuhan itu merupakan bagian integral dari pembangunan 91 proyek pelabuhan di kawasan pinggiran di seluruh  Indonesia yang menelan total anggaran hingga di atas Rp5 triliun. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugiharjo mengatakan kawasan Indonesia timur menjadi fokus dan prioritas perhatian Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pengembangan Sektor Maritim Nasional. Peresmian Pelabuhan Tinombo Desa Tinombo, Kec. Tinombo Kab. Parigi Moutong. Palu Kapal Kendhaga Nusantara 13 IMO9854662 PALEMBANG “Dari 91 pelabuhan itu, 80 pelabuhan di antaranya dikembangkan di kawasan Indonesia timur dan 11 lainnya di kawasan Indonesia barat,”ujarnya seusai meresmikan secara simbolis 18 pelabuhan seluruh Sulawesi di Pelabuhan Tinombo, Kabupaten Parigi ...

Penyerahan Bantuan Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Palu Dari BKN Se-Indonesia

Penyerahan Bantuan Bencana Dari BKN Se-Indonesia (Sumber : bkd.megadata.co) Kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018 lalu ternyata memicu perhatian seluruh lapisan masyarakat. Peristiwa tragis yang dipicu oleh menggeliatnya sesar Palu Koro yang memang melintasi Sulawesi Tengah itu, menimbulkan dampak nan memilukan. Khusus untuk ASN lingkup Prov. Sulteng tercatat, 48 orang yang wafat dalam tragedi tersebut. Di luar itu, juga banyak ASN yang kehilangan keluarga dan orang – orang terkasih dan atau terpaksa mengungsi karena hancur dan hilangnya rumah tempat tinggalnya selama ini. (Sumber : bkd.megadata.co) Bersyukur, perhatian masyarakat, nasional dan internasional, kepada Sulteng terus mengalir. Rabu, 21 November 2018 kemarin, giliran para pegawai BKN se Indonesia memberikan bantuan kepada Prov. Sulteng. Penyerahan bantuan disampaikan oleh ...