Saya tak menolak saat orang tua mendaftarkan sekolah ke SPGN Kuningan, Jawa Barat. Dalam pikiran saat itu, yang terpenting saya sekolah. Tak peduli apapun sekolahnya. Saya tak ingin bernasib sama seperti teman-teman sebaya. Yang dinikahkan di usia yang masih muda. Saat itu, banyak orang tua yang berpaham konservatif. Percuma bagi anak perempuan tinggi-tinggi bersekolah, ujung-ujungnya tetap bekerja di dapur juga. Bersyukurnya saya memiliki orang tua yang selalu mendukung saya. Bahkan setelah tamat sekolah pun, mereka mengizinkan saya untuk merintis karir di Jakarta. Kerasnya kehidupan Jakarta, tak menyurutkan langkah saya. Tekad saya sudah bulat, harus bisa membanggakan orang tua dan keluarga. Karir saya pun dimulai dengan menjadi guru di sebuah yayasan pendidikan swasta di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. 12 tahun lamanya saya mengabdi di sekolah tersebut. Tak terhitung suka duka dan pelajaran berharga yang didapat. Hingga akhirnya yayasan tersebut dialihfungsikan menjadi pemukima...
Informasi Untuk Masyarakat