Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Rasa Syukur

Saya tak menolak saat orang tua mendaftarkan sekolah ke SPGN Kuningan, Jawa Barat. Dalam pikiran saat itu, yang terpenting saya sekolah. Tak peduli apapun sekolahnya. Saya tak ingin bernasib sama seperti teman-teman sebaya. Yang dinikahkan di usia yang masih muda. Saat itu, banyak orang tua yang berpaham konservatif. Percuma bagi anak perempuan tinggi-tinggi bersekolah, ujung-ujungnya tetap bekerja di dapur juga. Bersyukurnya saya memiliki orang tua yang selalu mendukung saya. Bahkan setelah tamat sekolah pun, mereka mengizinkan saya untuk merintis karir di Jakarta. Kerasnya kehidupan Jakarta, tak menyurutkan langkah saya. Tekad saya sudah bulat, harus bisa membanggakan orang tua dan keluarga. Karir saya pun dimulai dengan menjadi guru di sebuah yayasan pendidikan swasta di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. 12 tahun lamanya saya mengabdi di sekolah tersebut. Tak terhitung suka duka dan pelajaran berharga yang didapat. Hingga akhirnya yayasan tersebut dialihfungsikan menjadi pemukima...

Perekrutan PPPK Harus Terdaftar Sebagai Honorer K1/K2

SERTIJAB: Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu dan Sekda H Ardi SPd MM menyaksikan penandatanganan pakta yang ditunjuk sebagai pimpinan atas pratama yang diajukan serah terima calon (sertijab) di Rana CafĂ© di alun-alun Kantor Bupati, Senin (28/1). (Foto: sultengterkini.com) Perekrutan PPPK Harus Terdaftar Sebagai Honorer K1 / K2 PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sedang menyiapkan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu dilakukan menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Lebih dari anggaran untuk perekrutan PPPK ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, jadi dipastikan akan menyedot APBD. Karena itu, Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu menyetujui, perekrutan PPPK ini harus dilakukan dengan ketat. Mereka yang direkrut adalah yang telah terdaftar sebagai honorer K1 atau K2 “Intinya mereka direkrut harus terdaftar di K1 atau K2, bukan data baru,” tegas Samsurizal kom...

Takdirku jadi Guru

Sumber : pelabuhan.co.id Lahir di sebuah dusun kecil yang jauh dari hiruk pikuk keramain kota. Farad, lahir tanggal 10 Agusutus 1979. Ibarat pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Farad yang anak seorang guru bersama 2 kakaknya pun menjalani profesi sebagai guru. Awalnya, Farad tidak pernah berpikir menjadi seorang guru. Saat pengambilan formulir UMPTN, barulah Farad memilih jurusan pendidikan fisika di UNM. Rutinitas perkuliahan dijalaninya hingga tahun kelima. Dalam proses konsultasi skripsi , Farad tumbang karena penyakit tipus yang dideritanya. Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Tidak butuh waktu lama, setelah ujian meja dan yudisium, BKN buka pendaftaran CPNS secara nasional dan dinyatakan lulus. Kabupaten Luwu Utara menjadi tempat berlabuh untuk mencoba peruntungan. Hijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi sebuah niat suci, mengabdikan diri dan menularkan secuil ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Tugas sebagai abdi negara pun dilakoninya. Berm...