TINOMBO, PARIGI MOUTONG,-Kementerian
Perhubungan akhirnya merampungkan pembangunan 18 pelabuhan pengumpan lokal dan
regional untuk memperlancar interkoneksi dan aktivitas arus logistik di
Indonesia Timur.
Ke-18 pelabuhan itu merupakan bagian integral dari pembangunan 91 proyek
pelabuhan di kawasan pinggiran di seluruh Indonesia yang menelan total
anggaran hingga di atas Rp5 triliun.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugiharjo mengatakan kawasan Indonesia
timur menjadi fokus dan prioritas perhatian Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf
Kalla dalam pengembangan Sektor Maritim Nasional.
![]() |
| Peresmian Pelabuhan Tinombo Desa Tinombo, Kec. Tinombo Kab. Parigi Moutong. Palu |
![]() |
| Kapal Kendhaga Nusantara 13 IMO9854662 PALEMBANG |
“Dari 91 pelabuhan
itu, 80 pelabuhan di antaranya dikembangkan di kawasan Indonesia timur dan 11
lainnya di kawasan Indonesia barat,”ujarnya seusai meresmikan secara simbolis
18 pelabuhan seluruh Sulawesi di Pelabuhan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Sabtu (03/11/18).
Adapun, tujuan utama
pengembangan pelabuhan tersebut untuk mendukung pergerakan logistik di daerah.
Secara berkesinambungan pembangunan 91 pelabuhan kecil tersebut dapat mendorong
terbentuknya hinterland kawasan industri.
Baca juga : Komunitas Tinombo Mombaca ?
Baca juga : Komunitas Tinombo Mombaca ?
Setelah pelabuhan pengumpan dan pengumpul terbangun, katanya,
pemerintah akan memfasilitasi pendirian infrastruktur dan peralatan bongkar muat
agar proses arus barang bisa lebih cepat. Bila kawasan industri di setiap daerah
bisa terwujud melalui masuknya arus modal usaha yang terbangun dekat dengan
pelabuhan, produktivitas arus peti kemas dari kawasan industri di timur ini bisa
bertambah secara nasional.
Semoga dengan adanya peresmian Pelabuhan Tinombo dapat mendorong aktifitas perdagangan di Sulawesi tengah khususnya Parigi Moutong.
Sumber : Fb Soal Tinombo


mantap
ReplyDeleteente yang juga so mantap le
Deletesemoga masih bisa jalan2 ke parigi moutong. kangen dengan makanan khasnya dan juga pantai kayu bura
ReplyDelete